Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Load Balancing dan Failover pada Zeroshell

Zeroshell adalah distribusi berbasis Linux yang didedikasikan untuk implementasi router dan firewall yang sepenuhnya dapat diatur melalui antarmuka web. Fitur yang disediakan antara lain load balancing dan failover untuk beberapa koneksi internet, VPN Site to Site dan VPN Host to Site, captive portal untuk hotspotfirewall, QoS, otentikasi dan akuntansi RADIUS, hingga pelacakan, dan pencatatan koneksi jaringan.

BACA JUGA:

Untuk membuat load balancing dan failover pada Zeroshell dibutuhkan beberapa langkah konfigurasi, di antaranya konfigurasi interface dan IP address, konfigurasi DHCP server, konfigurasi NetBalancer, dan konfigurasi Network Address Translation (NAT). Semua proses konfigurasi dilakukan setelah semua hardware yang dibutuhkan sistem terhubung secara fisik dan logis sesuai dengan rancangan sistem.
Berikut konfigurasi dalam pembuatan load balancing dan failover pada Zeroshell.

1.   Konfigurasi Interface dan IP Address 
       Konfigurasi ini dilakukan setelah modem dihubungkan dengan Zeroshell. Jika sudah dihubungkan, maka dilakukan penambahan interface PPP sebagai interface untuk kedua modem. Setelah dilakukan penambahan interface, selanjutnya dilakukan enable pada kedua interface ini untuk mendapatkan IP address dan akses internet.
Pada gambar di atas, interface PPP0 dan PPP1 yang telah enabled atau up. Sehingga, kedua interface mendapatkan IP address secara otomatis dari masing-masing ISP. Sedangkan, untuk interface ETH00 yang merupakan interface dari PC client yang terhubung langsung dengan Zeroshell, menggunakan IP address yang dikonfigurasi secara manual saat menginstal Zeroshell ke PC Zeroshell.

2.   Konfigurasi DHCP Server
       Konfigurasi DHCP server dilakukan dengan cara memberi range IP yang akan digunakan oleh client. Jika diperlukan penambahan client menggunakan switch, maka client baru langsung mendapat IP address secara otomatis sesuai range IP yang sudah dikonfigurasi.

3.   Konfigurasi NetBalancer
       Pada konfigurasi ini, NetBalancer diatur ke mode load balancing dan failover sehingga paket akan dibagi secara proporsional berdasarkan weight pada dua gateway serta paket akan tetap dipertahankan distribusinya jika salah satu gateway bermasalah.

4.    Konfigurasi NAT
        NAT dikonfigurasi agar client dapat mengakses internet dari PC client. PPP0 dan PPP1 difungsikan sebagai interface yang menjadi gateway ke internet. Masquerade secara otomatis menentukan jalur paket ke masing-masing interface yang digunakan pada Zeroshell.

Setelah dilakukan keempat konfigurasi di atas, maka load balancing dan failover pada Zeroshell sudah bisadigunakan.
Jika ingin melakukan pengujian terhadap load balancing, maka dapat dilakukan pengujian kecepatan internet dengan web internet speed tester, seperti speedtest.cbn.id atau speedtest.net. Sedangkan pengujian untuk failover dapat dilakukan dengan melakukan ping menggunakan Command Prompt, misal ping ke www.google.com, lalu mematikan salah satu modem untuk melihat fungsi dari failover. Setelah dimatikan, lihat apakah ping ke www.google.com masih bisa dilakukan atau tidak. Jika masih bisa ping, maka failover pada Zeroshell dapat berfungsi.